Sosialisasi Kesehatan “Pendampingan Masyarakat Ibu Tentang Gizi Ibu Hamil

Authors

  • hukmiyah aspar

Abstract

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa prevalensi kekurangan energi kronik pada kehamilan secara global sebesar 35-75% secara bermakna tinggi pada trimester ketiga dibandingkan dengan trimester pertama dan kedua kehamilan. WHO juga mencatat 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan kekurangan energi kronik. Berdasarakan data Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI tahun 2020 terdapat 108 kabupaten/kota 21% dengan minimal Posyandu aktif di seluruh Indonesia dari 15 Provinsi. Ibu hamil membutuhkan nutrisi yang cukup baik untuk kesehatan diri dan janinnya. Malnutrisi selama kehamilan cenderung menyebabkan masalah gizi. Namun banyak ibu hamil yang kurang mengetahui pentingnya kebutuhan nutrisi dalam kehamilan. Tujuan setelah sosialisasi singkat diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam pencegahan terjadinya masalah gizi yang cenderung mengancam ibu hamil. Ibu hamil rentan terhadap beberapa masalah gizi seperti kekurangan energi kronis, anemia, dan gangguan akibat kekurangan yodium di Desa Sambueja Kec. Simbang Kab. Maros. Prevalensi risiko KEK pada ibu hamil di Sulawesi Selatan berdasarkan Riskesdas 2018 sebesar 16,9% Masalah gizi selama kehamilan tersebut cenderung mempengaruhi kualitas generasi mendatang karena lambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan mental dan kecerdasan anak. Bila ibu mengalami risiko KEK selama hamil akan menimbulkan masalah baik ibu maupun janin. KEK pada ibu hamil dapat menyebabkan risiko dan komplikasi pada ibu seperti anemia, perdarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal dan terkena penyakit infeksi.

Downloads

Published

2022-07-26