Gambaran Pengetahuan Remaja Putri tentang Genitalia Hygiene saat Menstruasi pada Siswi Kelas IX di SMP Negeri 3 Takalar Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.37337/jkdp.v8i1.740Keywords:
Anemia, Abortion, Pregnant WomenAbstract
Abortion remains a leading cause of maternal death in Indonesia, with anemia considered a contributing risk factor. This study aimed to determine the relationship between anemia and abortion among pregnant women at RSUD Padjonga Dg. Ngalle, Takalar Regency. This was an analytical study with a cross-sectional approach involving 202 pregnant women selected through random sampling from a total population of 409. Secondary data were obtained from medical records and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that all 54 anemic women experienced abortion, while most non-anemic women did not. Statistical analysis showed a significant relationship with a p-value of 0.000 (p < 0.05). It is concluded that anemia increases the risk of abortion in pregnant women.
References
Dandi, A., Siregar, F. & Syafruddin, D. (2018). Anemia dalam Kehamilan dan Risiko Komplikasi Obstetri. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(2), pp.103–110.
Jayani, S. (2017). Hubungan Anemia dengan Kejadian Abortus Spontan. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 5(1), pp.59–68.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Manuaba, I.B.G. (2010). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.
RSUD Padjonga Dg. Ngalle. (2022). Laporan Rekam Medis Ibu Hamil Tahun 2020–2022. Takalar: RSUD Padjonga Dg. Ngalle.
WHO. (2018). Maternal Mortality: Levels and Trends 2000 to 2017. Geneva: World Health Organization.
Widianti, L. (2017). Hubungan Anemia Defisiensi Besi dengan Kejadian Abortus. Jurnal Kesehatan, 8(1), pp.36–41.
Yuliati, N. (2019). Hubungan Anemia dan Usia Ibu Hamil dengan Abortus Inkomplit. Journal of Midwifery Science, 1(1), pp.22–25.
