Terapi Komplementer Madu Pada Anak Untuk Menurunkan Frekuensi Diare

Authors

  • suntin suntin
  • Fauziah Botutihe Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.37337/jkdp.v5i1.217

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan utama pada anak di dunia. Diare adalah suatu keadaan
pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya. Perubahan yang terjadi berupa
perubahan peningkatan perubahan volume, keenceran dan frekuensi dengan atau tanpa lendir, darah,
seperti lebih dari 3 kali/hari (Selviana, 2017) Diare merupakan suatu penyakit endemis di Indonesia
yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian.
Penanganan diare selain menggunakan teknik farmakoterapi terdapat juga terapi komplementer yang
dapat digunakan yaitu dengan memberikan madu.. Manfaat madu untuk mengatasi diare karena efek
antibakterinya dan kandungan nutrisinya yang mudah dicerna. Madu juga membantu dalam
penggantian cairan tubuh yang hilang akibat diare. Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran pemberian intervensi terapi komplementer madu pada anak. Metode, Pencarian literatur
secara sistematis dilakukan pada 5 database yaitu PubMed, Ebsco, Google Scholar, Scopus dan
ScienceDirect, artikel 10 tahun terakhir (2010 - 2020) yang sesuai kriteria inklusi yang berbahasa
Indonesia dan berbahasa inggris serta terkait terapi komplementer madu pada anak diare Hasil,
Berdasarkan 5 artikel yang dianalisis, rata-rata pemberian madu pada anak menunjukkan adanya
perbedaan yang signifikan frekuensi diare sebelum dan setelah pemberian madu Kesimpulan,
pemberian madu pada anak diare efektif untuk menurunkan frekuensi diare.

 

Downloads

Published

2021-09-22