Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dan Pekerjaan Ibu Terhadap Kejadian Stunting di Puskesmas Bara-Baraya Makassar Tahun 2021
DOI:
https://doi.org/10.37337/jkdp.v5i1.212Abstract
Tujuan dilakukan penelitan ini adalah untuk mengetahui Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
dan Pekerjaan Ibu terhadap kejadian stunting di Puskesmas Bara-baraya Makassar Tahun 2020.
Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Case Control dengan cara
membandingkan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol untuk mengetahui hubungan Bayi
Berat Lahir Rendah (BBLR) dan Pekerjaan Ibu terhadap kejadian stunting di Puskesmas Bara-baraya
Makassar Tahun 2021 dengan jumlah Populasi dalam penelitian ini adalah 38 orang dan jumlah
sampel 38 orang dengan menggunakan teknik Total Samping. Dari hasil uji statistik dengan
menggunakan uji Chi-Square (person chi-square) diperoleh untuk variabel riwayat Bayi Berat Lahir
anak nilai P = 0,001 < α = 0,05 artinya ada hubungan antara variabel Bayi Berat Lahir Rendah
(BBLR) dengan kejadian stunting. Untuk variabel Pekerjaan Ibu nilai P =0,703 > α = 0,05 artinya
tidak ada hubungan antara Pekerjaan Ibu dengan kejadian stunting. Kesimpulan dari dua variabel
yaitu Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berhubungan dengan kejadian stunting dan Pekerjaan Ibu
tidak berohubungan dengan kejadian stunting.
