Analisis Kualitas dan Fertilitas Spermatozoa Mencit (mus musculus) Setelah Pemberian Ekstrak Etanol Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (lour) merr)
Keywords:
Daun sambung nyawa, mus musculus, morfologi, motilitas, spermatozoa, viabilitasAbstract
Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang dialami sekitar 15% pasangan usia subur, dengan sekitar 50% kasus disebabkan oleh faktor pria. Penyebab utamanya adalah rendahnya kualitas spermatozoa, yang ditandai dengan motilitas (pergerakan), viabilitas (daya hidup), dan morfologi (bentuk) yang abnormal. Terbatasnya akses terhadap layanan medis dan efek samping obat sintetis mendorong pencarian alternatif yang lebih aman, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman obat tradisional. Daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour) Merr) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan tanin yang bersifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun sambung nyawa terhadap kualitas spermatozoa mencit jantan (Mus musculus), dengan parameter yang diamati meliputi motilitas, viabilitas, dan morfologi. Sebanyak 12 ekor mencit dibagi menjadi empat kelompok: kelompok kontrol (Na-CMC 0,5%) dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis 200, 250, dan 300 mg/kg selama 15 hari. Hasil menunjukkan motilitas terbaik sebesar (20%) pada dosis 250 mg/kgBB, viabilitas tertinggi pada dosis 200 mg/kgBB sebesar (80%), serta morfologi normal cukup tinggi pada dosis 200 mg/kgBB (61%). Sebaliknya, dosis 300 mg/kgBB menurunkan seluruh parameter. Kesimpulannya, ekstrak daun sambung nyawa memiliki potensi untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas spermatozoa mencit. Pemberian dosis 200 mg/kgBB efektif dalam menjaga viabilitas dan morfologi spermatozoa, sedangkan dosis 250 mg/kgBB memberikan pengaruh lebih besar terhadap peningkatan motilitas spermatozoa
