Deteksi dan Analisis Kadar Nitrit dalam Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Kabupaten Bone, Bantaeng, dan Mamuju

Detection and Analysis of Nitrite Levels in Packaged Drinking Water in Bone, Bantaeng, and Mamuju Regencies

Authors

  • Taufiq Dalming Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia
  • Erika Rahayu Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Makassar
  • Nurhalisah Nurhalisah Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Makassar
  • Yosanti Yosanti Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Makassar
  • Hijrawati Ayu Wardani Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Makassar
  • Ira Widya Sari Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Makassar
  • Abd. Karim Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Makassar

Keywords:

AMDK, nitrit, spektrofotometri UV-Vis,, kualitas air, mitigasi krisis kesehatan

Abstract

Air minum dalam kemasan (AMDK) merupakan sumber utama air bersih bagi masyarakat, terutama dalam kondisi bencana atau krisis kesehatan ketika akses terhadap air layak konsumsi terbatas. Salah satu parameter penting dalam kualitas AMDK adalah kandungan nitrit (NO₂⁻), yang dapat membahayakan kesehatan jika melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010 (0,06 mg/L). Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan menganalisis kadar nitrit dalam AMDK yang beredar di Kabupaten Bone, Bantaeng, dan Mamuju sebagai langkah mitigasi terhadap potensi krisis kesehatan akibat konsumsi air tercemar. Metode uji kualitatif dengan reaksi diazo dan uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada 540 nm menunjukkan kadar nitrit berkisar <0,002–0,030 mg/L, dengan nilai tertinggi di Kabupaten Bantaeng. Semua sampel memenuhi standar, namun variasi kadar antar wilayah menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap sumber air baku dan proses produksi. Pemantauan berkala dan studi lanjutan diperlukan untuk memastikan keamanan konsumsi AMDK.

Downloads

Published

2024-12-16