Formulasi Balsem Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis)
Keywords:
balsem, daun binahong, mutu fisikAbstract
Indonesia merupakan negara tropis yang kaya dengan tumbuhan obat. Tanaman yang berkhasiat dikenal dengan obat herbal. Salah satu bahan alamiah yang dapat dijadikan obat herbal dan telah terbukti secara empiris ialah tanaman binahong khususnya pada bagian daun. Daun binahong ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat pegal linu. Pengembangan dan pemanfaatan terhadap daun binahong dalam bentuk sediaan yang mudah penggunaanya seperti sediaan balsem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana formulasi balsem dari ekstrak binahong.
Formulasi balsem daun binahong dibuat menjadi 3 formulasi dengan konsentrasi 10%, 20% dan 40%. Formulasi balsem daun binahong ini terdiri dari vaselin album, cera alba, propil paraben, metil paraben dan menthol. Hasil penelitian yang didapatkan dari uji evaluasi pada formulasi sediaan balsem, untuk uji organoleptis yang ditunjukkan dengan bau aroma binahong/menthol, warna pada formula 1 yaitu hijau muda, formula 2 hijau tua, dan formula 3 hijau gelap, berbentuk semi padat, untuk uji homogenitas pada formulasi sediaan balsem didapatkan hasil tidak homogen, untuk uji pH dari ketiga formulasi didapatkan hasil pH 6, untuk uji hedonik pada aroma, warna, dan tekstur didapatkan hasil rata-rata sangat suka dan suka pada formula 1 sebanyak 32,2%, formula 2 sebanyak 36,63%, dan formula 3 sebanyak 28,86%. Dari hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa konsentrasi dari ekstrak daun binahong pada formulasi dapat mempengaruhi mutu fisik balsem.
