KAJIAN INTERAKSI FARMAKODINAMIKA SEDIAAN SIRUP EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN ALLOPURINOL DALAM MENURUNKAN KADAR ASAM URAT DARAH MENCIT
Keywords:
Asam Urat, allopurinol, Sediaan sirup ekstrak, interaksiAbstract
Asam urat merupakan kelebihan metabolisme purin yang terdapat dalam makanan dan juga berasal dari makhluk hidup. Masyarakat sering mengonsumsi obat sintetis yaitu Allopurinol dan obat herbal yaitu air rebusan daun Salam secara bersamaan untuk menurunkan kadar asam urat. Daun Salam memiliki kandungan flavonoid yang mampu menurunkan kadar asam urat dengan cara menghambat kerja enzim xanthin oksidase. Tujuan penelitian, untuk mengetahui interaksi farmakodinamika sediaan sirup ekstrak daun Salam (Syzygium polyanthum) dan allopurinol dalam menurunkan kadar asam urat darah pada mencit jantan dan formula sediaan sirup ekstrak daun Salam (Syzygium polyanthum) yang efektif dalam menurunkan kadar asam urat darah pada mencit jantan jika diberikan secara bersamaan dengan allopurinol. Pada penelitian ini digunakan mencit sebanyak 18 ekor yang dibagi 6 kelompok, yang terdiri dari 3 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok IV sediaan sirup dosis 10 mg/mL + Allopurinol, kelompok V sediaan sirup dosis 20 mg/mL + Allopurinol, dan kelompok VI sediaan sirup dosis 30 mg/mL + Allopurinol. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada mencit sebelum diinduksi, setelah diinduksi, dan setelah 3 hari perlakuan. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemberian sediaan sirup ekstrak daun Salam dan allopurinol secara bersamaan diduga menimbulkan interaksi farmakodinamika yang menguntungkan (sinergis) dan sediaan sirup ekstrak daun Salam dengan dosis ekstrak 10 mg/mL, 20 mg/mL, 30 mg/mL dan allopurinol efektif atau tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan pemberian allopurinol dosis tunggal dalam menurunkan kadar asam urat darah mencit yang diinduksi potasium oksonat 0,0541%.
