fektifitas Penerapan Tehnik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Op Appendisitis

Authors

  • Fauziah Botutihe
  • Dwi Esti Handayani Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia Kesdam XIV/Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.4425/garuda.v4i2.262

Abstract

Latar Belakang, Appendisitis adalah proses peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing atau disebut appendiks, Hasil survey Sulawesi Selatan 2011, jumlah kasus apendisitis dilaporkan sebanyak 5.980 dan 177 di antaranya menyebabkan kematian. Jumlah penderita apendisitis tertinggi di kota Makassar, yakni 970 prevalensi pada pasien berjenis kelamin laki-laki (58,3%), sedangkan pasien berjenis kelamin perempuan (41,7%) orang (Dinkes sul-sel 2011), Berdasarkan data bagian rekam medik Rumah Sakit Tk II Pelamonia Makassar bahwa jumlah penderita penyakit Apendiksitis yang dirawat pada tahun 2018 adalah sebanyak 212 orang dimana yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 110 orang dan perempuan berjumlah 102 orang (Profil Rumah Sakit Tk II Pelamonia Makassar, 2018). Tujuan, studi kasus adalah untuk mengetahui Penerapan Tehnik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Op Appendisitis. Metode penelitian ini termasuk penelitian studi kasus, yang bertujuan untuk mengetahui atau menggambarkan perbedaan antara 2 pasien dalam Penerapan Tehnik Relaksasi Napas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Op Appendisitis. Hasil studi kasus, didapatkan hasil bahwa kedua responden mengalami penurunan nyeri, Kesimpulan, Penerapan Tehnik Relaksasi Napas Dalam dapat menurunkan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Op Appendisitis

Downloads

Published

2022-08-31